Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
Kabupaten Kuningan - Jawa Barat

Refleksi Hari Kartini, Hj. Siti Mahmudah: Perempuan adalah Madrasah Pertama Bangsa

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

FRAKSIPKSKUNINGAN.ID – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Selasa, 21 April, refleksi mengenai esensi emansipasi perempuan kembali disuarakan dari gedung parlemen daerah. Ketua Bipeka DPD PKS Kabupaten Kuningan, Hj. Siti Mahmudah, menyoroti bahwa di balik berbagai tuntutan peran ganda yang diemban perempuan masa kini, tersimpan sebuah rahasia besar mengenai makna “rahim” yang mendefinisikan kekuatan sejati seorang perempuan hebat.

Ketua Bipeka DPD PKS juga sekaligus legislator perempuan PKS Kuningan, Siti Mahmudah memaknai semangat Kartini dengan menggali keteladanan dari sosok perempuan masa lalu sekaligus pahlawan masa kini. Menurutnya, ketangguhan perempuan telah lama dicontohkan oleh Siti Khadijah, seorang pengusaha sukses yang membuktikan bahwa perempuan boleh memiliki pencapaian dunia, selama hartanya tunduk untuk urusan akhirat.

Ia juga menilai bahwa di era modern saat ini, sosok pahlawan inspiratif justru banyak hadir dalam wujud sederhana, seperti para guru ngaji di musala pelosok desa. Tanpa sorot panggung dan imbalan materi berlimpah, mereka dengan tulus mampu melahirkan generasi tangguh, bahkan penghafal Al-Qur’an, yang kelak menjadi fondasi moral bagi masyarakat.

Menghadapi tantangan zaman, Siti Mahmudah memberikan pesan mendalam bagi para perempuan muda agar tidak terjebak pada keinginan untuk tampil sempurna sejak awal langkah. Ia menekankan bahwa keberanian untuk memulai jauh lebih penting dibanding menunggu kesempurnaan.

“Mulailah dari hal kecil, menulis satu paragraf, membagikan satu ayat dakwah, atau menjual satu produk usaha. Dunia membutuhkan perempuan yang berani melangkah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perempuan masa kini perlu mampu meneladani keseimbangan peran, yakni mengetahui kapan harus menjadi Khadijah dan kapan menjadi Fatimah. Sosok yang lembut tanpa menjadi lemah, serta tegas tanpa harus bersikap keras.

Siti Mahmudah kemudian merangkum seluruh kehebatan perempuan tersebut ke dalam filosofi satu kata yang paling esensial, yakni makna “rahim”. Secara harfiah, kata tersebut berarti kasih sayang yang tak terbatas. Namun lebih jauh dari itu, rahim adalah ruang perlindungan pertama tempat kehidupan tumbuh.

Di dalamnya terdapat kehangatan, perlindungan, dan nutrisi penuh. Bahkan, seorang perempuan rela menanggung rasa sempit dan sakit yang luar biasa demi menjaga kehidupan yang baru. Nilai pengorbanan tersebut menjadi simbol kekuatan perempuan yang sesungguhnya.

Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai makna rahim inilah yang mengukuhkan posisi perempuan sebagai madrasah atau sekolah pertama bagi kemajuan peradaban sebuah bangsa. Dari rahim dan didikan seorang ibu, lahir generasi yang menentukan arah masa depan.

Menutup refleksinya, Hj. Siti Mahmudah mengucapkan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan tangguh yang terus berjuang di berbagai lini kehidupan, baik di perkantoran, dapur, sawah, maupun mimbar.

Ia berpesan agar kaum perempuan terus menyala menjadi penerang zaman, karena peradaban bangsa yang berakar kuat dipastikan selalu lahir dari didikan seorang ibu.

Berita terbaru