Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
Kabupaten Kuningan - Jawa Barat

PKS Gelar Webinar Nasional Muda Mandiri 2026, Dorong Pemuda Mandiri Finansial dan Siap Memimpin Bangsa

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Jakarta — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Kepemudaan menggelar Webinar Nasional Muda Mandiri 2026 dengan tema “Mandiri Finansial, Produktif dan Siap Memimpin”, bertempat di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, Ahad (21/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri ratusan pemuda dari berbagai daerah yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu kemandirian finansial dan penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan bonus demografi Indonesia.

Ketua Panitia yang juga Ketua Departemen Pengembangan dan Kepeloporan Bidang Kepemudaan DPP PKS, Izharul Haq, dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia tengah berada pada fase sejarah penting dengan dominasi populasi usia muda.

“Kita hidup di era yang sangat bersejarah. Indonesia saat ini sedang mengalami bonus demografi anak muda. Kondisi ini bisa menjadi peluang besar untuk kemajuan dan kegemilangan bangsa, tetapi juga bisa menjadi bencana jika tidak dipersiapkan dengan baik. Karena itu, bonus demografi ini harus dikelola dengan serius dan terarah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap peran pemuda sebagai agen perubahan. Menurutnya, Al-Qur’an melalui Surah Al-Kahfi telah mengabadikan kisah para pemuda yang teguh dalam iman dan prinsip, meski berada dalam kondisi yang tidak mendukung.

“Allah SWT sangat memperhatikan peran anak muda dalam sejarah. Di setiap masa peralihan kepemimpinan, selalu hadir pemuda sebagai agen perubahan. Dalam Surah Al-Kahfi, Allah mengabadikan kisah para pemuda yang menjadi teladan dalam perubahan. Dengan keberanian dan keteguhan iman, mereka mampu menghadirkan perubahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Islam tidak memisahkan nilai spiritual dengan kemandirian ekonomi. Rasulullah SAW disebut memberikan teladan nyata dalam hal kemandirian finansial, termasuk melalui aktivitas perdagangan sejak usia muda.

“Rasulullah SAW memberikan qudwah yang sangat baik. Banyak sahabat yang dijamin masuk surga adalah para pedagang yang sukses. Rasulullah sendiri telah menunjukkan kemandirian finansial sejak usia muda,” katanya.

Menurutnya, kemandirian finansial menjadi fondasi penting agar pemuda dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi umat dan bangsa.

“Untuk bisa berkontribusi dalam kebaikan secara maksimal, kita membutuhkan dukungan finansial yang kuat. Karena itu, kita perlu bekerja, berdagang, dan berusaha agar mampu mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan pentingnya desain program penguatan pemuda yang terstruktur. Terdapat tiga tahapan utama dalam membangun kemandirian finansial generasi muda, yakni pertama, membangun kesadaran (awareness) tentang pentingnya kemandirian finansial; kedua, membentuk komunitas dan jaringan pemuda mandiri finansial di seluruh Indonesia; dan ketiga, meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan agar pemuda tidak hanya produktif, tetapi juga cerdas secara finansial.

Melalui Muda Mandiri 2026, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya siap secara ideologis dan kepemimpinan, tetapi juga kuat secara ekonomi, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan bangsa.

Berita terbaru