Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
Kabupaten Kuningan - Jawa Barat

80 Persen Bangunan Sekolah di Kuningan Memprihatinkan, Kang Yaya: Perbaikan Harus Jadi Prioritas Utama

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

FRAKSIPKSKUNINGAN.ID – Kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Kuningan mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, Kang Yaya. Menurutnya, sekitar 80 persen bangunan sekolah dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Kang Yaya usai melakukan rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan serta kunjungan langsung ke lapangan, Selasa (17/12). Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kuningan yang mayoritas tidak layak untuk digunakan.

“Kita sudah melakukan rapat kerja dengan mitra Komisi IV, salah satunya dengan Disdikbud. Memang betul, kondisi bangunan sekolah sangat memprihatinkan. Banyak yang tidak layak digunakan,” ujar Kang Yaya.

Ia menambahkan, sebagian besar bangunan yang rusak merupakan bangunan lama. Meski ada perbaikan di beberapa sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat, jumlah sekolah yang membutuhkan perhatian masih sangat banyak.

“Beberapa sekolah sudah mulai membaik setelah mendapatkan bantuan DAK, tapi jumlahnya masih jauh dari cukup. Perbaikan ini membutuhkan anggaran besar, dan APBD Kabupaten Kuningan saja tidak akan mampu menutupi kebutuhan tersebut,” tegasnya.

Kang Yaya juga berharap bupati dan wakil bupati terpilih dapat menjadikan perbaikan infrastruktur pendidikan sebagai prioritas utama selama masa kepemimpinan lima tahun mendatang. Ia optimis kepemimpinan baru yang akan dilantik pada Februari 2025 mampu bersinergi dengan DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Sinergi menjadi kunci agar kita bisa memaksimalkan anggaran dari pusat dan provinsi. Kalau hanya mengandalkan APBD, penyelesaian masalah ini akan berjalan sangat lambat,” jelasnya.

Selain berdampak pada kenyamanan belajar, Kang Yaya menekankan bahwa perbaikan sarana pendidikan juga penting untuk meningkatkan angka Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Kuningan, yang saat ini masih berada di angka 7,8 persen.

“Dengan sekolah yang layak dan nyaman, kualitas pembelajaran akan meningkat, dan angka RLS juga akan terdongkrak. Apalagi bupati terpilih adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan, jadi kami yakin beliau paham betul bagaimana mengatasi permasalahan ini,” tandasnya.

Kang Yaya menutup pernyataannya dengan menyerukan semua pihak untuk bersinergi dan mengambil langkah konkret dalam mengatasi masalah ini. “Kalau kita ingin pendidikan di Kuningan maju, perbaikan infrastruktur sekolah harus menjadi prioritas. Tidak ada waktu lagi untuk berdiam diri,” pungkasnya.

Berita terbaru