Kuningan – (15/07) Kang Yaya anggota Komisi II, Hj. Siti Mahmudah Anggota Komisi II Hadiri KDD Komisi II DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Kuningan. Acara tersebut diadakan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan. Berikut adalah pokok-pokok koordinasi yang dibahas dalam acara tersebut:
- Pemenuhan Kebutuhan Petani terhadap Pupuk Subsidi di Kabupaten Kuningan: Koordinasi dilakukan untuk membahas cara memastikan pasokan pupuk subsidi yang mencukupi bagi petani di Kabupaten Kuningan. Pupuk subsidi penting bagi petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian, dan koordinasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah keterbatasan pupuk subsidi yang mungkin terjadi.
- Balai Benih Ikan di Kabupaten Kuningan: Koordinasi juga dilakukan terkait Balai Benih Ikan di Kabupaten Kuningan. Balai Benih Ikan berperan penting dalam pengembangan budidaya ikan di daerah tersebut. Kemungkinan pembahasan termasuk peningkatan produksi benih ikan, pengembangan infrastruktur, dan upaya meningkatkan efisiensi operasional Balai Benih Ikan.
- Ketersediaan Hewan Ternak menjelang Idul Adha: Koordinasi yang dilakukan juga terkait ketersediaan hewan ternak menjelang perayaan Idul Adha. Idul Adha merupakan momen penting bagi umat Muslim di mana banyak orang melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih hewan ternak. Koordinasi ini mungkin membahas langkah-langkah untuk memastikan ketersediaan hewan ternak yang memadai, distribusi yang efisien, dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Koordinasi ini diadakan dengan tujuan untuk memastikan keberlanjutan pertanian, ketahanan pangan, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terkait pertanian dan peternakan di Kabupaten Kuningan. Kang Yaya, sebagai anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, hadir dalam acara tersebut untuk turut serta dalam pembahasan dan penyelesaian masalah terkait topik-topik tersebut.
Dalam KDD tersebut, Kang Yaya memberikan masukan dan saran kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Berikut adalah poin-poin utama dari masukan dan sarannya:
- Ketersediaan Pupuk dan Mengantisipasi Kemarau Panjang: Kang Yaya mendorong Dinas Pertanian untuk menjaga ketersediaan pupuk, terutama menghadapi kemungkinan kemarau panjang. Upaya perlu dilakukan untuk memastikan petani memiliki akses yang cukup terhadap pupuk, yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dalam mengantisipasi kemarau panjang, Kang Yaya menyarankan untuk melakukan sosialisasi tentang pupuk organik Biosaka dan mengajarkan petani cara mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik melalui pelatihan yang diselenggarakan di setiap wilayah di Kabupaten Kuningan.
- Sinergi antara Dinas Pertanian dan Peternakan: Kang Yaya mendorong sinergi yang kuat antara Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan. Kerja sama yang baik antara kedua dinas tersebut penting untuk meningkatkan sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Kuningan. Dengan sinergi yang baik, potensi pertanian dan peternakan dapat dimaksimalkan, saling mendukung, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan peternak di wilayah tersebut.
- Kepastian Pasar untuk Komoditi Pertanian: Kang Yaya menekankan pentingnya memberikan kepastian pasar kepada para petani terkait komoditi pertanian yang dihasilkan. Hal ini melibatkan upaya untuk membangun kemitraan yang kuat dengan pihak-pihak terkait dalam rantai pasok pertanian, termasuk pedagang, distributor, dan produsen pangan. Dengan adanya kepastian pasar, petani akan lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi dan kualitas komoditi pertanian mereka.
- Menjaga Surplus Beras: Kang Yaya menyoroti pentingnya menjaga surplus beras di Kabupaten Kuningan. Surplus beras dapat memberikan kestabilan pasokan pangan di wilayah tersebut dan mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga beras. Dalam hal ini, upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi beras, memperbaiki sistem penyimpanan dan distribusi, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi dan praktik pertanian yang efisien.
Dengan memberikan masukan dan saran ini, Kang Yaya berharap Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan ketersediaan pupuk, meningkatkan sinergi antara sektor pertanian dan peternakan, memberikan kepastian pasar kepada petani, dan menjaga surplus beras di Kabupaten Kuningan.

Hj. Siti Mahmudah, Anggota Komisi 2 Kabupaten Kuningan, memberikan saran yang berharga dalam rapat kerja dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk segera mengatasi permasalahan pengangguran, kemiskinan, dan kelangkaan pupuk. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar dinas dalam rangka mewujudkan Kuningan sebagai daerah yang mandiri berbasis desa.
Dalam pertemuan tersebut, Hj. Siti Mahmudah menyampaikan kekhawatiran akan tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kuningan. Beliau mengajukan gagasan tentang perlunya program-program pelatihan keterampilan dan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan secara terpadu antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan dinas-dinas terkait lainnya. Program ini diharapkan dapat memberikan peluang kerja yang lebih baik bagi warga setempat dan mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah ini.
Selain itu, Hj. Siti Mahmudah juga menyuarakan kebutuhan mendesak dalam menangani kelangkaan pupuk di Kuningan. Beliau menekankan bahwa petani sangat membutuhkan akses yang cukup dan terjangkau terhadap pupuk guna meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Dalam hal ini, beliau mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjaga pasokan pupuk yang memadai dan mengatasi masalah kelangkaan ini.
Selain pengangguran dan kelangkaan pupuk, Hj. Siti Mahmudah juga menyampaikan pentingnya memenuhi kebutuhan lokal di Kuningan, seperti penyediaan ikan gurame. Beliau menyoroti pentingnya menjaga kemandirian pangan di tingkat lokal dengan mengembangkan sektor perikanan di wilayah ini. Hj. Siti Mahmudah mendorong kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dengan dinas perikanan serta para peternak lokal untuk meningkatkan produksi ikan gurame dan memenuhi kebutuhan pasar lokal, termasuk kebutuhan rumah makan yang ada di Kuningan.
Menanggapi saran-saran berharga dari Hj. Siti Mahmudah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka berjanji untuk segera mengambil tindakan konkrit dengan mengadakan pertemuan lintas dinas guna membahas langkah-langkah kolaboratif dalam mengatasi pengangguran, kemiskinan, kelangkaan pupuk, serta peningkatan produksi ikan gurame. Pemerintah Kabupaten Kuningan akan mengupayakan sinergi antar dinas dan berbagai pihak terkait untuk mewujudkan visi Kuningan yang mandiri.



