Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
Kabupaten Kuningan - Jawa Barat

DPD PKS Kuningan Gelar Upacara HUT RI ke-80: Revitalisasi Semangat ’45 Menuju Indonesia Maju

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

FRAKSIPKSKUNINGAN.ID – (17/08/2025). DPD PKS Kabupaten Kuningan menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia yang dilaksanakan di Halaman Sabilulungan Building. Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran struktur DPTD PKS Kuningan, Ketua DPD PKS Kuningan H. Dwi Basyuni Natsir, Lc., Ketua MPD, Ketua DED, serta para Ketua dan pengurus DPC se-Kabupaten Kuningan.

Dalam amanatnya, H. Dwi Basyuni Natsir mengutip pesan kebangsaan yang menegaskan pentingnya revitalisasi semangat ’45, bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum untuk mengisi kemerdekaan dengan pengabdian mulia. “Delapan puluh tahun kemerdekaan sejatinya adalah usia matang, tetapi kita tidak boleh hanya sibuk tanpa tujuan. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja tuntas, kerja cerdas, dan kerja ikhlas untuk bangsa dan rakyat,” ujarnya.

Beliau mengingatkan bahwa tantangan global saat ini berada dalam era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) dan BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible). Karena itu, PKS sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus mampu menjadi “batu-bata kecil namun kuat” yang merekatkan persatuan bangsa. “Kita harus hadir sebagai cahaya harapan agar Indonesia tidak gelap, melainkan maju dan terang. Seperti pesan Bung Hatta, Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi karena lilin-lilin yang menyala di desa. Disinilah kader PKS harus hadir di tengah masyarakat hingga ke akar rumput,” tegasnya.

Lebih jauh, H. Dwi Basyuni Natsir menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai napas bangsa, bukan sekadar slogan. “Pancasila adalah jiwa yang digali dari bumi pertiwi, menyatu dalam setiap denyut nadi bangsa. Maka PKS harus berperan aktif mewujudkan nilai-nilai keadilan, persatuan, dan pengabdian dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa perjuangan PKS bukan untuk jabatan, tetapi untuk amanah rakyat dan ridha Allah SWT. “Kita bukan takut kehilangan kedudukan, tapi takut kehilangan kepercayaan rakyat, bahkan lebih dari itu takut akan azab Allah jika kita ingkar terhadap janji. Orientasi kita adalah pengabdian, fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan,” tuturnya penuh semangat.

Selain itu, beliau menegaskan bahwa PKS akan terus konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari amanat konstitusi sekaligus amanat keimanan. “Palestina adalah simbol perjuangan dan kemanusiaan. Dukungan kita tidak boleh berhenti hingga mereka benar-benar merdeka,” serunya.

Mengakhiri amanatnya, H. Dwi Basyuni Natsir mengajak seluruh kader PKS dan masyarakat untuk menatap Visi Indonesia Emas 2045. “Kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang maju, berkeadilan, dan sejahtera. Mari kita lawan mental korup, mental pecundang, dan mental pengkhianat bangsa. Kita adalah generasi yang siap mengawal Indonesia dari kegelapan menuju cahaya kemerdekaan yang maju,” pungkasnya.

Upacara ditutup dengan pekikan penuh semangat, “Allahu Akbar! Merdeka! Dirgahayu Indonesiaku!”, yang menggema dari seluruh peserta upacara.

Berita terbaru