FRAKSIPKSKUNINGAN.ID – Maniskidul, Rabu (30/07) Pagi yang cerah di Yayasan Rumah Ilmu Kuningan, Desa Maniskidul, menjadi saksi kebersamaan penuh makna dalam agenda pengajian rutin dalam wadah Majelis Taklim Rumah Ilmu yang dihadiri sekitar 300 jamaah dari warga sekitar, para tokoh masyarakat, hingga anak-anak yatim. Kegiatan ini bukan sekadar pengajian biasa, melainkan momentum spiritual yang menyatukan syiar agama dan kepedulian social secara seimbang.
Acara dimulai dengan hadoroh yang dipandu oleh KH. Nono Sudana yang merupakan tokoh Desa Maniskidul, menciptakan suasana syahdu dan khidmat. KH. Imam Nur Suharno, selaku pendiri Yayasan Rumah Ilmu Kuningan, membuka kegiatan dengan sambutan hangat dan menyentuh hati.
Sesi berikutnya diisi dengan tausiyah dari Hj. Siti Mahmudah.,M.Pd dari Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PKS. Dalam pesan spiritual yang mendalam, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa mengharap rahmat Allah, tak peduli seburuk apapun masa lalu seseorang.
“Orang pendosa yang terus mengharap kasih sayang Allah bisa lebih dekat kepada-Nya dibanding ahli ibadah yang putus asa. Rahmat Allah itu melebihi buih di lautan. Maka jangan pernah berhenti berharap ampunan dan kasih sayang-Nya,” jelas beliau dengan penuh haru.



Mengutip kisah dari Kitab Al-‘Uṣfūriyyah, Hj Siti Mahmudah membagikan cerita tentang Imam Hasan Al-Basri yang mendoakan seseorang hingga orang itu pingsan karena merasakan kuatnya getaran doa yang tulus. Sebuah kisah klasik yang menginspirasi akan kekuatan doa dan pengharapan kepada Allah.
Hj Siti Mahmudah juga menyampaikan wasiat dari Rasulullah SAW tentang cinta dan kasih untuk semua umat. Di akhir tausiyahnya, Hj Siti Mahmudah menegaskan pentingnya meneladani wasiat Rasulullah SAW.
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا
(“Bukanlah termasuk dari golonganku orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua”). Pesan ini menegaskan bahwa Islam adalah agama cinta dan kasih sayang, dan umat Rasulullah SAW harus mencerminkan nilai itu dalam kehidupan sosial.
Di akhir pengajian Yayasan Rumah Ilmu Kuningan memberikan santunan untuk anak-anak yatim menjadi simbol kasih sayang dan harapan. Dengan harapan anak-anak tersebut tumbuh menjadi pribadi shalih dan shalihah, berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara.



