FRAKSIPKSKUNINGAN.ID – Dalam upaya memastikan ketersediaan LPG 3 kg bersubsidi serta mendorong pengelolaan sektor peternakan, khususnya susu sapi, Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan melakukan kegiatan monitoring di dua lokasi berbeda pada Senin (10/03/2025).
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, H. Jajang Jana, S.H.I, didampingi oleh anggota Komisi II, Wawan Romliansah, S.Pd.I. Kunjungan pertama dilakukan ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan agen LPG yang berlokasi di Desa Cigugur. Monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan LPG 3 kg bersubsidi bagi masyarakat Kabupaten Kuningan serta memastikan distribusinya berjalan sesuai regulasi.
Dalam kunjungannya, rombongan Komisi II DPRD Kuningan berdiskusi dengan pengelola SPBE dan agen LPG terkait kondisi pasokan, harga, serta kendala yang dihadapi dalam pendistribusian LPG subsidi. Mereka juga menerima laporan dari masyarakat mengenai kemungkinan kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. H. Jajang Jana menegaskan bahwa Komisi II akan terus memantau agar subsidi LPG benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi praktik penimbunan yang merugikan warga.
“Kami ingin memastikan bahwa pasokan LPG 3 kg tetap stabil dan mudah diakses oleh masyarakat yang berhak. Jika ada kendala dalam distribusi, kami siap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik,” ujar H. Jajang Jana.
Setelah monitoring LPG, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi kedua, yaitu peternakan susu sapi Karya Nugraha di Desa Cigugur/Cisantana. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan peternakan sapi perah di daerah tersebut, termasuk produksi dan distribusi susu sapi yang menjadi salah satu sektor unggulan di Kuningan.



Dalam diskusi dengan para peternak, sejumlah tantangan dalam industri susu sapi diungkapkan, mulai dari harga pakan yang terus naik, permasalahan kesehatan ternak, hingga pemasaran hasil produksi. Wawan Romliansah menekankan bahwa Komisi II siap mendukung kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan keberlanjutan industri susu sapi di Kuningan.
“Kami melihat bahwa sektor peternakan susu sapi memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, kami akan mendorong adanya program yang lebih berpihak kepada peternak, baik dalam bentuk bantuan teknis, pemasaran, maupun akses keuangan,” kata Wawan Romliansah.
Dengan adanya monitoring ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat lebih memperhatikan ketersediaan LPG 3 kg bagi masyarakat serta mendukung pengembangan industri susu sapi sebagai sektor ekonomi yang potensial. Komisi II DPRD Kuningan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan serta memastikan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.



